Ingin Turunkan Berat Badan? Olahraga Berjam-jam dan Menahan Lapar Bukan Jawabannya

Ingin Turunkan Berat Badan olahraga berjam jam dan menahan lapar bukan jawabannya

Ingin Turunkan Berat Badan olahraga berjam jam dan menahan lapar bukan jawabannya

Demi tubuh ideal, banyak orang memaksakan menghabiskan waktu berjam-jam di gym dan menahan lapar. Cara ini dipercaya efektif. Namun menurut ahli nutrisi Vanessa De Ascencao hal tersebut justru dapat menghalangi tujuan penurunan berat badan.  Ingin turunkan berat badan? Olahraga berjam-jam dan menahan lapar bukan jawabannya.

Vanessa menyebutkan bahwa pada dasarnya kalori defisit, yang merupakan tujuan dari penurunan berat badan, lebih mudah tercapai melalui pola diet dibandingkan berolahraga. Secara sederhana, kalori defisit adalah ketika tubuh membakar lebih banyak kalori dibandingkan yang dikonsumsi tiap harinya. Untuk menurunkan berat badan 1 Kg setiap minggunya, contohnya, anda harus menciptakan kalori defisit sebesar 1.000 kalori tiap harinya.

Apabila anda hanya berolahraga untuk tujuan kalori defisit maka anda harus melakukan olahraga kardio secara intensif selama dua jam setiap harinya. Akan lebih mudah apabila anda juga mengurangi jumlah asupan kalori.

Sebuah kue muffin, Vanessa mencontohkan, memiliki sekitar 400 kalori. Untuk membakar kalori sebanyak itu anda harus bekerja keras di step machine sekitar satu jam lamanya. Kondisi akan menjadi lebih parah apabila berolahraga di gym justru memberikan anda alasan untuk makan lebih banyak. Apabila itu yang terjadi, penurunan berat badan sulit tercapai, walau tidak dipungkiri tubuh anda menjadi lebih sehat.

Diet Lebih Penting dari yang Orang Bayangkan

Apabila penurunan berat badan adalah tujuan anda, maka tanpa pola diet yang baik anda tidak akan mendapat hasil maksimal walaupun anda rajin ke gym.

Vanessa menyebutkan bahwa orang-orang yang memiliki tubuh ideal di gym pasti menjalani diet yang ketat di kehidupan sehari-hari. “True weight loss happens outside the gym when you eat well,” ujarnya.

Perhitungan sederhana untuk mengetahui berapa banyak kalori yang dibutuhkan oleh tubuh anda adalah sebagai berikut: berat tubuh (dalam pounds) dikali 12. Jadi, apabila seseorang punya berat badan 150lb (68 kg) ia membutuhkan sekitar 1.800 kalori tiap hari. Dengan dasar sederhana tersebut, skema penurunan berat badan yang ideal untuk orang tersebut adalah 1 – 2 pound (0,5-1kg) setiap minggunya. 

Rahasia Hormon Kortisol

Mengetahui hal di atas banyak membuat orang akhirnya berupaya mengurangi asupan makanan secara agresif dan meningkatkan waktu di gym. Namun seringkali hal ini justru tidak produktif, menurut Vanessa.

Ada yang disebut dengan hormon kortisol, yang dilepaskan tubuh dalam merespon segala macam stres.

Baik berolahraga dan diet direspon oleh tubuh sebagai pencetus stres, yang memicu meningkatknya produksi kortisol. Semakin keras anda melakukan kedua hal itu maka semakin banyak kortisol yang diproduksi oleh tubuh. Metabolisme tubuh dapat terganggu apabila level kortisol mencapai level yang sangat tinggi.

Kuncinya, menurut Vanessa, adalah bersabar dalam menemukan pola keseimbangan yang benar dalam pola diet dan olahraga kita.

Bisa Kurus tanpa Olahraga

Vanessa mengatakan bahwa sesungguhnya seseorang bisa kurus dengan pola diet yang ketat tanpa harus bersusah payah berolahraga, tapi anda tidak mendapatkan bentuk fisik yang benar-benar ideal, peningkatan kualitas kesehatan dan vitalitas.

Tantangan utama dari olahraga adalah melakukannya secara rutin untuk memberikan kalori defisit karena kebanyakan dari kita sudah sangat sibuk dengan kegiatan sehari-hari.

Saran dari Vanessa adalah untuk melakukan diet tiap harinya dan berolahraga setiap saat ada kesempatan. Pada akhirnya, terus buat kalori defisit melalui pola diet yang disiplin tapi jangan berlebihan, dikombinasikan dengan olahraga dan istirahat cukup.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Article Directory Software