Kemiskinan Membuat Otak Lebih Kecil

Kemiskinan Membuat Otak Lebih Kecil

Kemiskinan Membuat Otak Lebih Kecil

Dua penelitian telah menemukan bahwa kemiskinan berdampak terhadap ukuran otak manusia, seperti yang dilaporkan oleh majalah Time baru-baru ini.   Kemiskinan membuat otak lebih kecil, dan berpotensi mengganggu kemampuan berpikir.

Penelitian yang pertama dilakukan oleh para peneliti dari Washington University School of Medicine, dimana mereka menyimpulkan bahwa anak-anak yang tumbuh di dalam kemiskinan memiliki unsur putih dan abu-abu yang lebih kecil pada otak dibandingkan mereka yang tumbuh dalam berkecukupan. Besar kecilnya unsur tersebut menentukan kepadatan koneksi saraf diantara bagian-bagian di dalam otak. Otak pada anak yang lebih miskin juga memiliki hippocampus dan amygdala yang lebih kecil, dua bagian otak yang mengatur atensi, memori dan emosi.

Para peneliti berkesimpulan bahwa bagian-bagian dalam otak tersebut menjadi lebih kecil dari seharusnya akibat tingkat stres tinggi dan kecemasan karena tumbuh di dalam sebuah keluarga dimana kondisi keuangan terbatas, sehingga dukungan dan interaksi dari orangtua menjadi kurang.

Di penelitian lainnya, para peneliti dari Northwestern University menghubungkan antara rendahnya tingkat pendidikan ibu – yang merupakan satu gejala umum kemiskinan – dengan kurangnya kemampuan memproses suara pada otak pada anak-anak yang tumbuh di lingkungan miskin. Peniliti menemukan orang dewasa yang ibunya kurang berpendidikan cenderung memiliki respon saraf yang lebih bervariasi dan bising ketika mendengar ucapan orang lain. Kondisi ini  bisa mengakibatkan buruknya kemampuan membaca.

Peneliti beranggapan bahwa kurangnya interaksi verbal antara ibu dan anak bisa menjadi salah satu faktor dalam terjadinya respon otak yang tidak efektif terhadap ucapan, karena kegiatan ini dapat mendorong otak yang masih berkembang untuk memisahkan dan mengenal ucapan secara lebih baik. Data lain menemukan kalau anak-anak di keluarga berkecukupan terekspos dengan 30 juta kata lebih banyak daripada mereka dengan orangtua kurang berpendidikan.

Namun begitu kemiskinan tidak serta-merta menjamin buruknya perkembangan otak anak. Caranya dengan meningkatkan perhatian terutama pada usia dini, dimana perkembangan otak mengalami masa paling kritis.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Article Directory Software