Sumber-sumber Antioksidan dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Sumber-sumber Antioksidan dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Sumber-sumber Antioksidan dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Berbagai definisi diberikan untuk menggambarkan “siapakah” gerangan si antioksidan ini. Menurut Cuppert (1997) antioksidan dinyatakan sebagai senyawa yang dengan konsentrasi lebih rendah sekalipun dibanding dengan substrat yang dapat dioksidasi, secara nyata dapat memperlambat oksidasi substrat tersebut. Definisi umum dari antioksidan adalah suatu senyawa yang dapat memperlambat proses oksidasi. Di dalam keberadaan reaksi hiperoksidasi yang sangat kompleks dalam media biologis, keseimbangan metabolik yang tepat membutuhkan mekanisme dari antioksidan.

Selain berperan bagi kesehatan, antioksidan juga mempunyai peran dalam menjaga mutu produk pangan. Berbagai kerusakan pada produk pangan seperti ketengikan, perubahan nilai gizi, perubahan warna dan aroma serta berbagai kerusakan fisik lain pada produk pangan karena oksidasi dapat dihambat dengan keberadaan antioksidan.

Antioksidan beragam jenisnya, mulai dari antioksidan dengan molekul kecil seperti asam askorbat, tokoferol dan glutation, hingga antioksidan yang lebih kompleks seperti enzim antioksidan seperti superoksida dismutase, glutation peroksidase, peroksidase dan katalase. Keberadaan antioksidan di dalam tubuh pun terbagi atas kelompok yang datang dari luar tubuh (antioksidan eksogenus) dan yang sudah ada di dalam tubuh (sistem pertahanan antioksidan endogenus).

Berdasarkan cara kerjanya, secara luas antioksidan dibagi menjadi 5 kelompok meliputi:

  • Antioksidan primer seperti tokoferol, penangkap oksigen seperti vitamin C
  • Antioksidan sekunder seperti asam tiodipropionat
  • Antioksidan enzimat seperti glukose oksidase
  • Superoksida dismutase (SOD), dan
  • Pengkhelat seperti asam sitrat

Sedangkan berdasarkan sumbernya, antioksidan dapat diperoleh dari sumber alami dan sintesis.  Antioksidan alami banyak terdapat pada berbagai buah dan sayuran. Vitamin C, Beta-karoten, vitamin E dan komponen fenolik merupakan komponen dominan yang banyak dijumpai pada menu kita setiap hari sekali pun. Deddy Muchtadi dan kawan-kawan (2002) melaporkan bahwa kelompok antioksidan ini banyak terdapat pada berbagai sayuran, seperti untuk sumber vitamin C adalah daun singkong, daun katuk, bunga kol, dan lain-lain. Sedang daun pepaya, wortel, daun singkong , bayam merupakan sayuran yang kaya akan karoten. Vitamin E banyak terdapat pada tauge, kacang panjang, daun katuk misalnya. Untuk fenolik banyak terdapat pada terong panjang, labu siam, selada, mentimun dan banyak lagi. Sumber-sumber yang tak mahal, murah meriah. Hanya saja kehilangan selama pemasakan yang dapat mencapai lebih dari 50 %, serta absorpsi dan retensi keberadaan yang cukup rendah dari antioksidan seperti vitamin E dan karoten, membuat orang lebih memilih untuk mencari produk yang lebih praktis dan tersedia dalam jumlah yang lebih mencukupi. Sumber-sumber Antioksidan dan Manfaatnya jelas bagi Kesehatan, yaitu berperan menjaga tubuh kita tetap sehat dan bugar selalu, serta mencegah dari racun dan radikal bebas.

Sumber Makanan dengan kandungan Antioksidan

Sumber Makanan dengan kandungan Antioksidan

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Article Directory Software